Ketika seseorang hendak memberikan nasehat hendaklah memperhatikan adab-abadnya karena adab tersebut sangat menentukan diterima atau tidaknya nasehat. Beberapa adab yang perlu diperhatikan adalah:
1. Mengharapkan ridha Allah Ta'ala
Seorang yang ingin menasehati hendaklah meniatkan nasehatnya semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah Ta'ala. Karena hanya dengan maksud inilah dia berhak atas pahala & ganjaran dari Allah Ta'ala di samping berhak untuk diterima nasehatnya.
2. Tidak dalam rangka mempermalukan orang yang dinasehati
Seseorang yang hendak memberikan nasehat harus berusaha untuk tidak mempermalukan orang yang hendak dinasehati. Ini adalah musibah yang sering terjadi pada kebanyakan orang, saat dia memberikan nasihat dengan nada yang kasar. Cara seperti ini bisa berbuah buruk atau memperparah keadaan. Dan nasehatpun tak berbuah sebagaimana yang diharapkan.
3. Menasehati secara rahasia
Nasihat disampaikan dengan terang-terangan ketika hendak menasehati orang banyak seperti ketika menyampaikan ceramah. Namun kadangkala nasehat harus disampaikan secara rahasia kepada seseorang yang membutuhkan penyempurnakan atas kesalahannya. Dan umumnya seseorang hanya bisa menerimanya saat dia sendirian dan suasana hatinya baik. Itulah saat yang tepat untuk menasehati secara rahasia, tidak di depan publik.
4. Menasehati dengan lembut, sopan & penuh kasih
Seseorang yang hendak memberikan nasehat haruslah bersikap lembut, sensitif & beradab di dalam menyampaikan nasehat. Sesungguhnya menerima nasehat itu diperumpamakan seperti membuka pintu. Pintu tak akan terbuka kecuali dibuka dengan kunci yang tepat. Tidak ada kunci yang lebih baik & lebih tepat kecuali nasehat yang disampaikan dengan lemah lembut, diutarakan dengan beradab & dengan ucapan yang penuh kasih sayang.
5. Tidak memaksakan kehendak
Salah satu kewajiban mukmin adalah menasehati saudaranya tatkala melakukan keburukan. Namun dia tidak berkewajiban untuk memaksanya mengikuti nasehatnya. Sebab, itu bukanlah bagiannya. Seorang pemberi nasehat hanyalah seseorang yang menunjukan jalan, bukan seseorang yang memerintahkan orang lain untuk mengerjakannya.
6. Mencari waktu yang tepat
Tidak setiap saat orang yang hendak dinaaehati itu siap untuk menerima petuah. Adakalanya jiwanya sedang gundah, marah, sedih, atau hal lain yang membiatkan menolak nasehat tersebut.
Jika seseorang ternyata tak bisa menasehati dengan baik maka dianjurkan untuk diam & hal itu lebih baik karena akan lebih menjaga dari perkataan-perkataan yang akan memperburuk keadaan & dia bisa meminta tolong temannya agar menasehati orang yang dimaksudkan.
Semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment